Sunday, August 6, 2017

Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan



            Setiap guru pasti berharap dan berusaha untuk membuat siswa-siswanya menjadi mengerti dan paham terhadap segala pelajaran yang disampaikannya. Secara teori ada berbagai macam cara agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai, seperti dengan menggunakan media pembelajaran, berbagai model pembelajaran dan lain-lain. Salah satu cara agar tujuan tersebut tercapai adalah dengan cara membuat suasana pelajaran tersebut menjadi menyenangkan.

            Bagaimana suatu pembelajaran yang  menyenangkan tersebut?  Secara sederhana pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang membuat orang yang terlibat dalam pembelajaran tersebut menjadi senang. Karena dengan kesenangan tersebut dapat meningkatkan kesuksesan tercapainya suatu pembelajaran. Seperti yang dikatakan (2009) pembelajaran menyenangkan adalah pembelajaran dengan Socio emotional climate positif. Peserta didik merasa bahwa proses belajar yang dialaminya bukan sebuah derita yang mendera dirinya, melainkan berkah yang harus disukurinya. Belajar bukanlah tekanan jiwa pada dirinya, namun merupakan panggilan jiwa yang harus ditunaikannya.

                Tetapi Pembelajaran menyenangkan bukan berarti selalu diselingi dengan lelucon, banyak bernyanyi atau tepuka tangan yang meriah, tetapi pembelajaran yang menyenangkan itu dapat dikatakan apabila di dalamnya terdapat suasana yang rileks, bebas dari tekanan, aman dan menarik, bangkitnya minat belajar, adanya keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan belajar yang menarik, bersemangat, perasaan gembira, konsentrasi tinggi. Sementara sebaliknya pembelajaran menjadi tidak menyenangkan apabila suasana tertekan, perasaan terancam, perasaan menakutkan, merasa tidak berdaya, tidak bersemangat, malas/tidak berminat, jenuh/bosan, suasana pembelajaran monoton, pembelajaran tidak menarik siswa. (Dra. Indrawati, M.Pd dan Drs. Wawan Setiawan: 2009)

                Kenapa pembelajaran yang menyenangkan dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan suatu pembelajaran? Karena Kejenuhan belajar dapat menimbulkan dampak buruk pada kondisi psikologis individu dan pencapaian prestasinya. Cherniss (1980:65) mengungkapkan bahwa dampak psikis dari kejenuhan akan berakibat  pada kemandekan pencapaian prestasi individu secara personal, akademik,sosial atau professional. 

Sedangkan Sugara (2011 : 19) mengemukakan bahwa dampak dari kejenuhan  belajar adalah menjadikan siswa tidak produktif  dalam belajar dan potensi yang dimilikinya terhambat. Selain itu, bentuk resistensi lain dari kejenuhan belajar juga mengakibatkan proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak kondusifnya iklim emosional di dalam kelas. Hal ini terjadi karena siswa mengalami keletihan secara fisik, mental dan emosional.

Apabila kejenuhan tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka hampir dapat dipastikan tujuan pembelajaran tersebut semakin menjauhi standar keberhasilan yang sudah ditetapkan.

Bagaimana cara membuat suatu pembelajaran tersebut menjadi menyenangkan? Seperti pendapat Linanurley dalam blognya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pendidik atau guru agar suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, yaitu :
1.      Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat
Menciptakan awal yang berkesan sangat penting karena akan mempengaruhi proses selanjutnya. Jika awalnya baik, menarik, dan memikat, maka proses pembelajaran akan lebih hidup dan menggairahkan.
Dengan hal tersebut, di setiap awal pertemuan pembelajaran guru harus memberikan sapaan yang membuat siswa bersemangat misalnya “Selamat pagi anak-anak, apa kabar hari ini? Sudah pada sarapan semuanya? Haayoo, yang lemas jawabnya berarti belum sarapan ya ?” dengan pertanyaan seperti itu atau pertanyaan yang lain sebagainya berlaku positif dapat membangkitkan semangat siswa untuk dapat memulai pelajarannya di hari itu. Dan dengan perilaku guru yang ramah, siswa merasa lebih dekat dengan gurunya dan dapat membuat siswa lebih aktif.

2.      Menciptakan Suasana Rileks
Menciptakan suasana rileks dengan menciptakan lingkungan yang nyaman. Hal ini dapat dilakukan seperi menata ruang kelas dibentuk secocok mungkin, mengatur ventilasi dan tata cahaya. Selain itu hal yang berkenaan siswa jika ada kesalahan ketika menjawab sebuah pertanyaan dari guru jangan di tegur atau di marahi tapi guru hanya dapat menjawab “tidak apa-apa, namanya juga belajar.” Dengan demikian siswa tidak akan takut untuk mencoba menjawabnya lagi dilain waktu.

3.      Memotivasi Siswa
Pembelajaran tidak akan bermakna jika para siswa tidak termotivasi untuk belajar. Maka dari itu perlunya dorongan untuk membangkitkan siswa. Guru wajib berupaya sekeras mungkin untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Secara khusus guru perlu melakukan berbagai upaya secara nyata untuk meningkatkan motivasi belajar siswanya, misalnya berupa stimulus model pembelajaran yang menarik memungkinkan respon yang baik dari siswa. Respon yang baik tersebut akan membuat siswa menjadi terdorong untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh perhatian dan antusias tanpa mengikuti pembelajaran dengan terpaksa atau asal-asalan.

4.      Menggunakan Ice Breaking
Tujuan ice breaking adalah pencair suasana agar dalam kondisi yang optimal. Semua guru tentunya pernah mengalami situasi belajar yang beku dan membosankan. Dengan adanya ice breaking dapat dilakukan pada awal jam masuk atau saat jam terakhir ketika siswa sudah merasakan kejenuhan.
Ice breaking dapat mengembalikan konsentrasi siswa yang sudah tidak fokus. Ice breaking dapat dilakukan kurang lebih 15 menit. Ice breaking bisa berupa yel-yel, menyanyi, gerak dan gerak lagu, gerak anggota badan dan games.

5.      Menggunakan Metode yang Bervariatif
Metode adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus tertentu. Karena dalam pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu metode yang digunakan. Meskipun pada dasarnya satu metode bisa digunakan untuk mencapai lebih dari satu tujuan, akan tetapi untuk pertimbangan variasi dan motivasi belajar siswa sebaiknya pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.
Dengan metode yang bervariatif guru tidak hanya terpaku menggunakan satu metode saja tetapi dapat melakukan beberapa metode seperti metode ceramah, selain itu metode Tanya jawab, metode diskusi, metode latihan, metode demonstrasi dan eksperimen, metode karyawisata, metode kerja kelompok. Dari satu metode guru dapat melakukan dengan hal yang berbeda dan hrus lebih kreatif lagi.

6.      Pemilihan Media Pembelajaran
Menentukan jenis media pembelajaran harus diperhatikan dengan benar, yang akan guru buat itu apakah semacam alat bantu guru dalam mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.­­­

            Hal senada juga dikatakan ef.co.id dalam blognya, Dia memberikan 3 tips untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yaitu :
1. Dekorasi ruangan
Buatlah ruang kelas terlihat ceria dengan memberikan berbagai hiasan pada dinding kelas. Selain sebagai dekorasi, hiasan dinding ini juga bermanfaat untuk membantu proses belajar mengajar. Misalnya, tempelkan berbagai gambar hewan atau tumbuhan pada dinding kelas, dan berikan keterangan dalam bahasa inggris. Secara tidak langsung, anak akan mengenal bahasa inggris dari berbagai hewan dan tumbuhan yang tertempel pada dinding. Cara ini akan lebih efektif dibandingkan meminta anak menghafalkannya dari kamus.
2. Manfaatkan beragam media
Guru bisa memanfaatkan berbagai media untuk membantunya mengajar, misalnya seperti menggunakan boneka peraga saat ingin mengajar dengan cara mendongeng. Selain itu, guru juga bisa mengajak muridnya menyaksikan berbagai video anak-anak yang menggunakan bahasa inggris.
3. Cara mengajar
Ingatlah bahwa anak lebih suka bermain daripada belajar, karena itulah guru harus mampu membuat suasana belajar seperti sedang bermain. Guru juga bisa memperkenalkan berbagai kosakata melalui lagu. Ajak murid menyanyikan lagu yang berisi berbagai kosakata benda yang ada disekitarnya.
Suasana kelas yang menyenangkan, akan membuat anak menjadi lebih bersemangat setiap kali akan berangkat ke lembaga kursus untuk belajar.

Indien juga berpendapat lewat blognya, Dia menjelaskan ada 8 cara untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, yaitu :
1.      Menggunakan Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.

2.      Memberi Penguatan
Penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal  yang dilakukan dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina perilaku yang produktif.

3.      Mengadakan Variasi
Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan penuh partisipasi.

4.      Menjelaskan
Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu:
  1. Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.
  2. Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.

5.      Membuka dan menutup pelajaran
Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan  secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran  yang akan disajikan.

6.      Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan-kesimpulan dan memecahkan masalah

7.      Mengelola Kelas 
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah; kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.

8.      Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.

            Dari berbagai uraian di atas, terdapat berbagai macam cara untuk dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan.  Atau mungkin ada tambahan dari teman-teman sesame guru. Itu tinggal bagaimana kita menerapkannya di tempat tugas kita masing-masing.

No comments:

Post a Comment

Contoh RPP dan Pengertian Model Pembelajaran Inquiry

Suatu pembelajaran biasanya akan lebih efektif jika suatu pembelajaran tersebut didesain supaya menyenangkan bagi siswa. Salah satunya yait...